Langsung ke konten utama

TIME FOR DEEP OF MY DIMENTION

Dia adalah malam yang berbinar disaat semua orang merasa kelam,
Dia adalah peneduh disaat semua orang merasakan kepanasan diterik matahari.
Penepis terbaik dari darah dan keringat yang aku cucurkan.
Dialah Cinta, disaat seseorang merasakannya.

Namun bagaimana disaat cintaku akan pergi.
Sepertinya aku melihat malam ini kembali kelam
Terik ini bagaikan neraka
Keringat dan darahku mengucur dengan derasnya terasa mengeser urat-urat nadiku
Segala usaha telah berakhir dan hari-hari adalah kerinduan

Kuingin kau mambaca kerinduan ku
Disaat wajahku menunjukan senyum yang hadir dalam kesedihanku




R.A 28/10/2010 A.M 10:46

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAKYAT INDONESIA BUTUH MOTIVASI (Oleh : Rindra Aniko, S.HI

KETAHUILAH Indonesia merupakan salah satu negara termiskin didunia, bukan karena keruangan Sumber Daya Alamnya tetapi karena Sumber Daya Manusianya, kemiskinan akan idea merupakan kemiskinan terparah yang seharusnya tidak dimiliki oleh bangsa manusia yang hidup dimuka bumi karena eksistensi sebuah idea adalah faktor utama pembeda manusia dengan makhluk lainya yang diciptakan oleh Tuhan, manusia itu seharusnya pelopor kreatif dan inovatif, dan namun dapat dikatakan itulah yang menjadi faktor kemiskinan rakyat Indonesia kini, yakni miskin akan idea, hingga seperti Ayam yang mati dilumbung Padi. KENAPA kok bisa sedemikian apa karena kita bodoh ?, maaf, saya katakan itu “pernyataan anda yang salah !”, kita tidak bodoh melainkan malas. Kita manusia memiliki potensi yang sama dalam hidup, jika Rakyat Eropa, bangsa Jepang mampu, tentu sederhana saja jawabannya kita juga bisa, karena kita sama bangsa manusia tentu saja bisa. Masalah yang terberat saat ini adalah masalah virus malas dan malu ...

Kisah Cinta Seorang Manusia Terhadap Sang Penciptanya

Pada suatu hari seorang lelaki datang kepada Rabiah al-Adawiyah al-Bashriyah dan bertanya, “Saya ini telah banyak melakukan dosa. Maksiat saya bertimbun meleblhl gunung-gunung. Andaikata saya bertobat, apakah Allah akan menerima tobat saya?” “Tidak,” jawab Rabiah dengan suara sangar. Pada kali yang lain seorang lelaki datang pula kepadanya. Lelaki itu berkata, “Seandainya tiap butir pasir itu adalah dosa, maka seluas gurunlah tebaran dosa saya. Maksiat apa saja telah saya lakukan, baik yang kecil maupun yang besar. T etapi sekarang saya sudah menjalani tobat. Apakah Tuhan menerima tobat saya?” “Pasti,” jawab Rabiah dengan tegas. Lalu ia menjelaskan, “Kalau Tuhan tldak berkenan menerlma tobat seorang hamba, apakah mungkin hamba itu tergerak menjalani tobat? Untuk berhenti darl dosa, jangan simpan kata “akan atau “andaikata” sebab hal itu akan merusak ketulusan niatmu.” Memang ucapan sufi perempuan dari kota Bashrah itu seringkali menyakitkan telinga bagi mereka yang tidak memahami ...