Langsung ke konten utama

RAKYAT INDONESIA BUTUH MOTIVASI (Oleh : Rindra Aniko, S.HI

KETAHUILAH Indonesia merupakan salah satu negara termiskin didunia, bukan karena keruangan Sumber Daya Alamnya tetapi karena Sumber Daya Manusianya, kemiskinan akan idea merupakan kemiskinan terparah yang seharusnya tidak dimiliki oleh bangsa manusia yang hidup dimuka bumi karena eksistensi sebuah idea adalah faktor utama pembeda manusia dengan makhluk lainya yang diciptakan oleh Tuhan, manusia itu seharusnya pelopor kreatif dan inovatif, dan namun dapat dikatakan itulah yang menjadi faktor kemiskinan rakyat Indonesia kini, yakni miskin akan idea, hingga seperti Ayam yang mati dilumbung Padi.
KENAPA kok bisa sedemikian apa karena kita bodoh ?, maaf, saya katakan itu “pernyataan anda yang salah !”, kita tidak bodoh melainkan malas. Kita manusia memiliki potensi yang sama dalam hidup, jika Rakyat Eropa, bangsa Jepang mampu, tentu sederhana saja jawabannya kita juga bisa, karena kita sama bangsa manusia tentu saja bisa. Masalah yang terberat saat ini adalah masalah virus malas dan malu itu yang selalu menghantui kita, sehingga tidak pernah bisa mengembangkan potensi inovatif dan kreatifitas kita, kita selalu memanjakan gensi kita tanpa ada arah yang jelas, seperti bergaya keren dengan motor besar padahal hanya kreditan atau mobil mahal kreditan lalu keluar mobil dengan kaca mata hitam nyentrik padahal dia selalu dikejar jaksa karena kasus korupsi, nah kalaw kita tidak mampu membelinya kenapa kita harus membeli, bukankah itu manipulasi karakter penipuan publik hanya karena sepatah kata anda hebat (namun tidak dalam arti sesungguhnya). Saya ingin anda mengingat kembali kisah Jemes Watt yang memulai karirnya dengan kata Gila, begitu juga Wright yang berjasa dipenerbangan Dunia juga memulai karirnya dengan kata gila, dan banyak para inovator lainnya Juga memulai karirnya seperti itu.
Ada beberapa macam perasaan malas yang dimiliki mayoritas rakyar Indonesia :
1. Malas membuat sesuatu menjadi sempurna*.
2. Malas berfikir terlalu dalam.
3. Malas capek, dan menerima tantangan.
4. Orientasi hanya bersifat materi (uang dan status).
5. Dll (karena masih banyak lagi)
USUL SAYA perlu diadakanya motivasi sejak dini yang ditanamkan dihati para rakyat Indonesia tentang semangat berjuang meraih masa depannya secara Individu dan Bangsa Secara Kelompok, hal ini dengan menamkan mulai dari jenjang pendidikan SD, SLTP, SLTA, ST, serta selanjutnya kalaw perlu dimasukan kedalam salah satu kewajiban Guru utamanya pada jenjang SD, SLTP, SLTA dengan sistem Mentoring Khusus yang dilaporkan tiap bulan sebagai syarat kenaikan pangkat serta dimasukan kedalam kurikulum pendidikan Indonesia sebagai salah satu mata Pelajaran Utama dan sangan penting dalam urusan kenaikan kelas.
Demikian artikel singkat saya mudah-mudahan berguna, saya menulis ini bukan berarti saya penuh kesempurnaan melainkan mudah-mudahan juga menjadi motivasi bagi saya sendiri, Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Seorang Manusia Terhadap Sang Penciptanya

Pada suatu hari seorang lelaki datang kepada Rabiah al-Adawiyah al-Bashriyah dan bertanya, “Saya ini telah banyak melakukan dosa. Maksiat saya bertimbun meleblhl gunung-gunung. Andaikata saya bertobat, apakah Allah akan menerima tobat saya?” “Tidak,” jawab Rabiah dengan suara sangar. Pada kali yang lain seorang lelaki datang pula kepadanya. Lelaki itu berkata, “Seandainya tiap butir pasir itu adalah dosa, maka seluas gurunlah tebaran dosa saya. Maksiat apa saja telah saya lakukan, baik yang kecil maupun yang besar. T etapi sekarang saya sudah menjalani tobat. Apakah Tuhan menerima tobat saya?” “Pasti,” jawab Rabiah dengan tegas. Lalu ia menjelaskan, “Kalau Tuhan tldak berkenan menerlma tobat seorang hamba, apakah mungkin hamba itu tergerak menjalani tobat? Untuk berhenti darl dosa, jangan simpan kata “akan atau “andaikata” sebab hal itu akan merusak ketulusan niatmu.” Memang ucapan sufi perempuan dari kota Bashrah itu seringkali menyakitkan telinga bagi mereka yang tidak memahami ...